You are currently viewing 13 Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban

13 Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Qurbanku.id – Momen hari raya Idul Adha merupakan salah satu momen yang dinantikan oleh umat Islam, yang mana pada momen ini banyak umat Islam yang hendak menyembelih hewan qurban. Sebelum melakukan penyembelihan hewan qurban (Unta, Sapi, Domba atau Kambing) hendaknya kamu mengetahui terlebih dahulu tata cara penyembelihan hewan qurban.

Tata cara penyembelihan hewan qurban penting untuk kamu ketahui sebab menjadi salah satu sarat dari halalnya daging hewan ternak untuk dikonsumsi. Hal itu sesuai dengan ajaran islam yang menyatakan bahwa setiap hewan yang dikonsumsi kecuali ikan dan belalang harus disembelih terlebih dahulu dengan baik dan benar.

Dengan demikian, setiap orang wajib mengetahui tata cara penyembelihan hewan qurban, sebab hewan yang tidak disembelih sesuai syariat atau tidak disebut nama Allah saat disembelih dagingnya terlarang untuk dikonsumsi.

Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban
Tata cara penyembelihan hewan qurban.

Nah, bagi sahabat yatim yang ingin berqurban tahun ini berikut adalah tata cara penyembelihan hewan qurban yang benar dan sesuai dengan syariat dikutip dari rumahsyo.com.

1. Hewan qurban hendaknya disembelih oleh shohibul quran sendiri, jika ia mampu. Jika tidak maka bisa diwakilkan orang lain, dan shohibul qurban disunahkan untuk ikut serta menyaksiskan prosesi penyembelihan.

2. Gunakau pisau yang tajam agar mengurangi rasa sakit yang dialami hewan saat disembelih,semakin tajam pisau maka semakin baik. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim).

3. Tidak mengasah pisau dihadapan hewan yang akan disembelih. Hal ini dapat mengakibatkan hewan ketakutan sebelum disembelih. Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah ).

4. Menghadapkan hewan ke arah kiblat, posisikan kepala hewan bagian atas di arah selatan dan bagian belakang hewan di arah utara. Sedangkan kaki, perut, leher dan kepala menghadap ke arah kiblat (barat laut), ini khusus untuk wilayah Indonesia dan sekitarnya.

5. Baringkan hewan di atas lambung sebelah kiri untuk memudahkan prosesi penyembelihan.

6. Menurut sebagian ulama dianjurkan agar membiarkan kaki kanan bergerak sehingga hewan lebih leluasa dan nyaman.

7. Menginjakan kaki di bagian samping hewan, seperti disebutkan dalam sabda Nabi berikut ini,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua domba yang berwarna putih yang ada hitamnya, dan bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangannya, menyebut nama Allah dan bertakbir, dan meletakkan kakinya di bagian samping kambing.” (HR. al-Bukhari 5558 dan Muslim 1966)

8. Menyebut nama Allah dan membaca takbir, menyebut nama Allah dengan membaca basmalah ketika menyembelih hukumnya wajib menurut mayoritas ulama. Allah SWT berfirman:

“Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. al-An’am: 121)

Dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua domba yang berwarna putih yang ada hitamnya, dan bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangannya, menyebut nama Allah dan bertakbir, dan meletakkan kakinya di atas leher kambing.” (HR. al-Bukhari, 5558 dan Muslim, 1966)

9. Dianjurkan untuk menyebut nama shohibul qurban atau orang yang jadi tujuan dikurbankannya hewan tersebut.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, bahwa suatu ketika didatangkan seekor domba. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih dengan tangan beliau. Ketika menyembelih beliau mengucapkan, ‘bismillah wallaahu akbar, ini kurban atas namaku dan atas nama orang yang tidak berkurban dari umatku.’” (HR. Abu Daud, At-Turmudzi dan disahihkan Al-Albani).

Setelah membaca basmallah dan takbir, diperbolehkan juga untuk menyertakan bacaan berikut: hadza minka wa laka.” (HR. Abu Dawud, no. 2795) Atau

hadza minka wa laka ’anni atau ’an fulan (disebutkan nama shohibul kurban). Jika yang menyembelih bukan shohibul kurban, maka yang menyembelih hewan qurban dianjurkan untuk membaca doa “Allahumma taqabbal minni atau min fulan (disebutkan nama shohibul kurban).”

Baca Juga: Mengenal Hukum Qurban Menurut Empat Mazhab

10. Mempercepat penyembelihan agar hewan qurban segera mati dan meringankan sakit yang dialami oleh hewan qurban.

11. Dalam prosesi penyembelihan hewan qurban, seorang penyembelih harus memastikan terputusnya bagian tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher (kanan-kiri).

12. Sebagian ulama menganjurkan untuk membiarkan kaki kan bergerak sehingga hewan lebih cepat meregang nyawa.

13. Tidak diperkenankan mematahkan leher sebelum hewan benar-benar mati. Artinya, untuk menguliti hewan, dan prosesi lainnya dapat dilakukan setelah hewan itu benar-benar mati.

Leave a Reply