You are currently viewing Awas, Kondisi Hewan Seperti Ini Tidak Layak Dikurbankan
Hewan memiliki kriteria agar layak dijadikan kurban

Awas, Kondisi Hewan Seperti Ini Tidak Layak Dikurbankan

Qurbanku.id – Hewan yang sudah siap dikurbankan itu ada ciri/kriterianya. Salah satu kriteria hewan kurban adalah dari jenis binatang ternak. Unta, sapi, kambing, dan domba bisa dijadikan pilihan sebagai hewan kurban.

Selain itu tidak dijelaskan dalam suatu nash, baik Al-Qur`an maupun hadist terkait jenis kelamin hewan jantan atau betina kedunya dapat dijadikan sebagai hewan kurban.

Segi usia hewan yang cukup juga salah satu kriterianya. Cukup umur disini ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.

Untuk unta minimal berusia 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6. Sapi minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3. Domba berusia 1 tahun. Sedangkan kambing minimal berusia 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2.

Usia yang cukup salah satu syarat hewan kurban

Kriteria selanjutnya adalah milik sendiri ataupun dari hasil jual beli yang sah. Jadi hewan qurban tidak sah apabila berasal dari hasil merampok atau mencuri.  

Sama juga dengan hewan yang dalam status gadai atau hewan warisan yang belum dibagikan kepada ahli waris. Jadi, hewan yang dikurbankan harus benar-benar hewan dari pemilik sah.

Yang juga penting, kriteria hewan kurban itu juga terkait kondisinya. Untuk kondisi hewan yang dikurbankan ini ada hukumnya. 

Ada tiga sampai empat cacat yang tidak boleh hewan itu kemudian dipilih jika ada cacat dimaksud, ada yang ditolerir ada yang tidak boleh sama sekali diantaranya,

  • A’wa (buta permanen)

Jika hewan  kurban yang dimaksudkan itu buta permanen. Tidak boleh. Bagaimana mengidentifikasikan buta permanen. Kelihatan saja sudah kelihatan pasti hewan itu tahu di mana letak makanan dan sebagainya

  • Kakinya pincang permanen

Di kaki pincang kelihatan.  Jika ketemu manusia waktu melamar istri pasti membawa seserahan  yang paling bagus.  Mendekat kepada sang pencipta bawa yang pincang dan cacat?

Bagaimana diumpamakan jika Anda melamar istri dengan  membawa mahar dengan bejana yang kotor? Perasaan istri dan keluarganya pasti tidak enak menerimanya.

Mertua pasti tidak akan melihat. Beda lagi jika melamar dengan membawa barang yang bagus dan proposal yang indah pasti diterima. Kurbanlah dengan hewan yang paling besar, terbaik dan dari sumber harta yang halal..

Anda saat melamar dengan membawa benda yang kotor, pasti perasaan penerima juga tidak enak menerimanya.  Akan tetapi ketika Anda bawa seserahan yang bagus dengan kata-kata indah pasti mertua dengan senang hati menerimanya.

Ada 4 macam kondisi hewan yang tidak sah dijadikan kurban

Ingat kisah putra Nabi Adam, Habil dan Kabil saat berkurban.

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil), menurut yang sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka terima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata : ‘aku pasti membunuhmu!’ Dia (Habil) menjawab : Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa,” (QS. Al – Maidah ayat 27).

Habil memberikan qurban dari hasil pertanian terbaiknya sedangkan Qabil hanya memberikan qurban hasil pertanian yang buruk. Ketika qurban masing-masing telah diletakkan, lalu melesatlah panah cahaya dari langit mengenai qurban milik Habil. Pertanda apa yang diqurbankan Habil diterima Allah.

  • Hewan yang kurus

Hewan yang kurus terlihat dari badan dan bobotnya dan tidak layak untuk dikurbankan.

  • Cacat sebagian kulit dan tanduknya

Sebagian ulama mengangap bisa ditolelir dan sebagian ulama menggolongkan sebagai tidak baik/makruh. Kelihatannya tanduk dan kulit lecet kelihatan bisa ditolerir kalau yang tidak bisa ditolelir  tetap haram hukumnya.

Maka haram  hukumnya domba/kambing dijadikan perlombaan, semisal di  adu domba atau kambing sebelum disembelih.

Pisahkan tempat yang luas jangan sampai hewan-hewan dalam kandang saling seruduk dan serang. Rawatlah hewan kurban seperti merawat benda berharga karena itu salah satu bukti kita menjalankan perintah Allah.

Tinggalkan Balasan