You are currently viewing Definisi dan Hukum Menyembelih Hewan Qurban

Definisi dan Hukum Menyembelih Hewan Qurban

Qurbanku.id – Qurban merupakan bagian dari ajaran islam yang dianjurkan untuk dilaksakan oleh umat islam setahun sekali yakni pada hari raya Idul Adha, yang mana bagi muslim yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan qurban pada hari yang telah ditentukan yakni hari raya Idul Adha dan Hari Tasyriq.

Penyembelihan hewan qurban menjadi simbol pengorbanan seorang hamba kepada Allah Ta’ala, bentuk ketaatan kepada-Nya serta rasa syukur atas seluruh nikmat yang telah diberikan-Nya.

Dilain sisi, penyembelihan hewan kurban juga dapat dimaknai sebagai simbol dari upaya memutus keserakahan dan sifat rakus dalam diri, yang mana sifat tersebut merupakan salah satu sifat buruk yang perlu dihindari dan dijauhi oleh manusia.

Selanjutnya, menyembelih hewan qurban juga merupakan salah satu ibadah yang paling dicintai oleh Allah pada hari Nahr atau hari raya Idul Adha.

Sebelum melaksanakan penyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha, seorang muslim hendaknya membaca kembali definisi dan hukum qurban sebagai berikut ini.

Hukum Melaksanakan Qurban Adalah
Definis dan hukum melaksanakan qurban.

Definisi Qurban

Berdasarkan definisi yang ada, kata qurban berasal dari Bahasa Arab yakni qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan yang artinya dekat atau mendekatkan.

Maksud dari pengertian tersebut ialah mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan sebagian dari perintah-Nya.

Selanjutnya, ditinjau dari pengertian secara istilah, qurban adalah tindakan menyembelih binatang qurban dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Qurban juga sering disebut dengan istilah udhiyah yang secara bahasa memiliki dua pengertian yakni kambing yang disembelih pada waktu dhuha dan seterusnya dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha.

Adapun secara istilah, udhiyah adalah hewan yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, baik berupa unta, sapi, maupun domba dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dengan memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan.

Hukum Ibadah Qurban

Hukum melaksanakan qurban adalah sunnah muakkad bagi seorang muslim yang mampu melaksanakannnya. Sunah muakad sendiri dapat dipahami sebagai sunah yang sangat dianjurkan. Dengan demikian dapat dipahami bahwa berqurban di hari raya Idul Adha merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat islam guna meraih kemuliaan-Nya.

Anjuran atau perintah berqurban sendiri telah Allah sampaikan dalam firman-Nya QS. Al-Kautsar ayat: 2.

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah” (QS Al-Kautsaar: 2).

Kemudian, Rasulullah SAW dalam haditsnya melarang mendekatkan diri ke mesjid bagi orang yang mampu berqurban dan tidak melaksakanannya.

“Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka jangan dekati tempat shalat kami” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Berdasarkan hal itu, qurban sangat dianjurkan bagi seorang musloim atau keluarga muslim yang mampu dan memiliki kemudahan. Jika seorang muslim tersebut tak melaksanakannya, maka ia dihukumi berdosa berdasarkan pendapat Abu Hanifah. Kemudian menurut pendapat jumhur ulama ia tidak mendapatkan pahala ibadah sunah.

Sahabat, demikianlah sedikit ulasan mengenai definisi dan hukum menyembelih hewan qurban, semoga dengan mengetahuinya dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk menunaikan qurban terbaik tahun ini.

Bagi sahabat yang ingin berqurban tahun ini, Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur akan membersamai semangat qurban sahabat semua dengan program qurban kami yakni qurban online, jemput qurban, dan share qurban untuk yatim dhuafa.

Untuk informasi qurban sahabat bisa mengunjungi situs kami berikut ini https://qurbanku.id/.

Tinggalkan Balasan