You are currently viewing Hewan Qurban Jadi ‘Kendaraan’ Kita di Akhirat? Begini Penjelasannya

Hewan Qurban Jadi ‘Kendaraan’ Kita di Akhirat? Begini Penjelasannya

Qurbanku.id – Seringkali kita mendengar bahwa hewan kurban kita akan menjadi kendaraan orang yang berkurban saat di akhirat. Apakah benar demikian? Pernah mendengar dan membaca juga?

Ada riwayat yang disandarkan kepada Nabi dengan kalimat, “gemukanlah, baguskanlah hewan-hewan sembelihan kalian, itu nanti akan datang di hari kiamat jadi kendaraan kalian melewati jembatan shirotol mustaqim.

Ada beberapa jenis lafadz yang berbeda besarkan, baguskan  hewan kurban kalian dan ujungnya sama, bahwa sesungguhnya hewan-hewan itu akan di kendaraan tunggangan kalian saat melewati di hari kiamat,  ini persoalan yang dimiliki oleh para ulama ulama di bidang hadis itu sebagai akibat yang sangat lemah bahkan sebagian diantaranya tidak memiliki asal.

Unta, salah satu hewan jinak yang dapa dijadikan hewan kurban

Sehingga disebut hadis-hadis yang bermasalah bahkan Ibnu Arabi Al Maliki menyebut hampir seluruh hadis-hadis yang terkait dengan keutamaan-keutamaan penyembelihan kurban yang dimaksudkan keutamaan ini yang berlebihan yang seperti tadi disampaikan itu tidak ditemukan kekuatannya atau dipandang lemah dalam persoalan-persoalan terkait dengan keutamaan-keutamaan penyembelihan hewan qurban.

Di sini kita bisa temukan beberapa ulama mengomentari spesifik atas riwayat yang disampaikan seperti Al Iman Ibnu Hajar Askulani  juga menyebut hadist sangat lemah sekali.

Demikian dengan bidang As Sahawi penelitian hadist senada dengan hal itu sangat sangat lemas sekali demikian dalam menyebut bahwa ini pun sangat lemah dan juga menilai bahwa hadits ini sangat lemah sekali.

Ada yang menarik beberapa komentar para ulama sekalipun pandangan mereka menyebut bahwa ini hadist lemah bahkan pada sebagian riwayat yang lain itu tidak ada asalnya tidak ada ketersambungan kepada nabi disebut dengan hadits-hadits yang palsu hadits-hadits yang cacat sanad.

Kambing, salah satu hewan qurban yang dagingnya mengandung CLA (Conjugated Linoleic Acid) atau asam lemak yang dikenal mampu mencegah kanker dan meminimalisir risiko peradangan.

Namun demikian ada komentar yang sangat bagus dari sebagian kalangan ulama yang menyebutkan bahwa jadi perkataan-perkataan ini sesungguhnya bukan ingin menunjukkan maksud dari aslinya ini menjadi kendaraan tapi perumpamaan atau kiasan kalau ungkapan-ungkapan dalam bahasa Arab itu seringkali juga bisa bermakna kiasan.

Apa maksudnya? Adalah hewan-hewan ini ya jika memang kita bisa mencari yang paling bagus mencari yang paling baik bahkan memungkinkan pahalanya semakin baik makin banyak.

Dan dengan banyaknya pahala ini yang akan memudahkan kita melewati shirotol mustaqim. Bukankah qurban  keturunan Nabi Adam yang pertama yang diterima oleh Allah adalah korban yang terbaik yang paling bagus?

Seperti disebutkan di syaratkan Quran surah Al maidah ayat 27 tentang anak yang sebenar-benarnya ketika mereka diminta oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menunaikan ibadah qurban yang satu yang diterima yang satu ditolak.

Siapa yang ini adalah anak Adam yang berkurban dengan hewan ternaknya yang paling bagus yang paling gemuk yang paling indah tampilan dia itu yang diterima, sementara yang satunya lagi tidak mendapatkan penerimaan karena memiliki kualitas yang yang paling jelek dari hasil perkebunan.

Disini akan terlihat bagaimana kesungguhan untuk berkurban itu sampai-sampai ketika Allah menurunkan Alquran Al Kautstar kepada Nabi Muhammad SAW yang menjamin baiknya dengan segala keindahannya sampai-sampai Allah memerintahkan lebih bersyukur untuk memperbanyak salat kemudian juga berkurban.

Dan perhatikan kalimat nya maka salatlah kepada Rabbmu dan berkurbanlah. Kalimat yang menggunakan kata nahar dalam bahasa Arab digunakan untuk apa? Untuk Unta. Sedangkan unta tingkat hewan yang paling tinggi, yang paling besar, yang paling banyak manfaatnya.

Isyarat kepada kita bahwa jika kita akan berkurban maka dengan anggaran yang mungkin kita bisa keluarkan cari yang paling bagus hewannya, paling terbaik.

Jika harta kita misalnya cukup berlebih maka yang paling terbaik dari yang paling bagus yang paling gemuk yang paling banyak manfaatnya.

Maka dari situ apa yang bisa didapatkan? Keikhlasan kita dengan berkorban  itu menjadikan pahala bisa terlibat dengan pahala berlipat, mizannya semakin berat dan mizan semakin berat ini yang berpeluang kemudian menghadirkan ridho Allah subhanahu wa ta’ala menutupi kesalahan kita sehingga mempercepat kita melewati sirothol mustaqim

Klik Disini : Qurban Untuk Yatim dan Dhuafa

Ini yang dimaksudkan menjadi kendaraan dalam konteks amalnya bukan konteks hewannya karena Allah menyampaikan dalam surat Al Hajj ayat 37,  yang sampai kepada Allah bukan dagingnya, bukan darahnya tapi yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kita dan dengan taqwa ini kendaraan terbaik dan pakaian terbaik yang kita kenakan untuk bisa menghadap Allah dan mempercepat kita melewati shirot guna menuju rahmat Allah yaitu surga.

Jadi kita simpulkan dari segi sanad kualitasnya sangat lemah, bahkan bukan hanya sangat lemah  tapi juga ada yang palsu dan sebagainya tapi mantannya dari segi isinya ada isyarat yang menunjukkan ini bermakna kiasan dalam arti pemahaman memperbagus hewan kurban supaya pahalanya banyak dan dengan pahala itulah kendaraan terbaik untuk menuju surga dengan rahmat Allah.

Tinggalkan Balasan