Hukum Menyerahkan Hewan Kurban Kepada Yayasan Sosial

Hukum Menyerahkan Hewan Kurban Kepada Yayasan Sosial

Sudah menjadi hal yang lazim bagi sebagian muslim yang hendak melaksanakan ibadah kurban, mereka menyerahkan hewan kurban tersebut kepada orang lain, panitia kurban ataupun yayasan sosial. Bahkan diantara mereka ada yang menyerahkan seluruh prosesnya dari awal sampai akhir kepada panitia kurban atau yayasan sosial, mulai dari pembelian hewan kurban, penyembelihan sampai pendistribusian daging kurban.

Lalu bagaimana hukumnya dalam ilmu fikih? Simak penjelasannya sebagai berikut.

Dalam ilmu fikih, menyerahkan seluruh proses kurban  kepada panitia kurban atau yayasan sosial sama dengan halnya praktik wakalah atau perwakilan. Islam dalam hal ini membolehkan praktik wakalah dalam masalah ibadah seperti haji, zakat dalam masalah-masalah muamalah seperti jual beli.

Para ulama telah bersepakat untuk membolehkan praktik wakalah. Hal ini dikarenakan wakalah sangat dibutuhkan dalam rangka meringankan keperluan antara seorang muslim dengan muslim yang lainnya. Imam Ibnu Qudamah berkata dalam kitab Al-mughni sebagai berikut.

“Para ulama umat ini telah sepakat atas kebolehan wakalah secara umum karena keperluan menuntut adanya wakalah. Setiap orang tidak selamanya bisa memenuhi hajtnya sendirian sehingga ia memerlukan perwakilan untuk memenuhi hajatnya.” Praktik wakalah dalam ibadah kurban pernah dilakukan oleh Nabi Saw.Beliau pernah menyerahkan penyembelihan hewan unta dan pembagiannya kepada Sayidina Ali. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Sayidina Ali, dia berkata;

“Nabi Saw. memerintahkan padaku untuk mengurus unta milik beliau, lalu beliau memerintahkan untuk membagi semua daging kurban, kulit dan jilalnya (kulit yang ditaruh di punggung unta untuk melindungi diri dari dingin) untuk orang-orang miskin. Dan aku tidak boleh memberikan bagian apa pun dari hasil kurban kepada tukang jagal (sebagai upah).”

Hadits diatas ini memberi penjelasan tentang bolehnya mewakilkan dan menyerahkan seluruh proses pengursan kurban kepada orang lain, panitia kurban atau yayasan sosial tertentu. Namun demikian, ketika proses pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, sohibul kurban aatau orang yang mewakilkan kurban dianjurkan untuk hadir menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya.

Bolehkah Panitia Kurban Mengambil Upah?

Setiap lembaga yang menyediakan layanan kurban tentunya memiliki kepanitian sendiri. Dimana kepanitian tersebut dibentuk untuk mengurus segala proses pelaksanaan kurban, dari persiapan, pembelian hewan kurban, penyembelihan hewan kurban, pendistribusian daging kurban dan lain sebagainya.

Menjadi panitia kurban tentunya harus menyiapkan segalanya dari mulai tenaga pikiran sampai waktu demi suksesnya pelaksanaan ibadah kurban dengan baik dan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan. Kemudain bolehkan panitia menerima upah yang bersumber dari hewan kurban atau bagian tertentu dari hewan kurban tersebut?

Dalam hal ini ulama bersepakat bahwa panitia kurban atau jagal tidak boleh diupah menggunakan bagian tertentu dari hewan kurban. Secara hukum syar’i panitia kurban tidak berhak menerima upah atau fee yang bersumber dari hewan kurban.

Larangan memberikan upah yang diambil  hasil kurban ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Sayidina Ali, dia berkata;

“Dan aku tidak boleh memberikan bagian apa pun dari hasil kurban kepada tukang jagal (sebagai upah). Beliau berkata, ‘Kami memberi upah kepada tukang jagal dari uang kami sendiri.”

Hadits ini dijadikan dasar oleh para ulama terkait larangan memberikan upah kepada para panitia kurban dari hasil hewan kurban. Adapun jika ingin memberikan upah kepada para panitia, maka harus bersumber dari selain hewan kurban. Misal seperti uang dari para pekurban.

Meski demikian, bukan berarti para panitia kurban tidak boleh menerima apapun dari hewan kurban yang diurusnya. Panitia juga boleh menerima hasil kurban sebagai hadiah, sedekah asal bukan upah dari pekerjaan mengurus hewan kurban.

Qurban Bersama Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur

Yayasan rahmatan lil-alamin memberikan kemudahan bagi para donatur yang hendak melaksanakan kurban dengan mengadakan program “kurban bersama yatim dan dhuafa”. Dimana pada program kurban ini yayasan rahmatan lilalamin bersedia menampung hewan kurban, menyembelih serta mendistribusikan daging kurban. Adapun untuk pendistribusian daging kurban didistribusikan kepada yatim dan dhuafa’ binaan yayasan beserta masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Adapun diantara kemudahan dan keuntungan berkurban di yayasan rahmatan lil-alamin jakarta timur adalah sebagai berikut.

Jemput Kurban

Transfer Kurban, Donatur tinggal mentransfer dana kurban dan pihak yayasan akan membelilkan hewan kurban sesuai dengan pilihan donatur.

Harga hewan kurban yang tersedia tidak berubah sampai waktu penyembelihan tiba.

Yuk berkurban di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur dan dapatkan berbagai kemudahannya.

Leave a Reply