You are currently viewing Hukum Qurban Atas Nama Orang Lain, Ini Penjelasannya

Hukum Qurban Atas Nama Orang Lain, Ini Penjelasannya

Qurbanku.id – Menyembelih hewan qurban pada hari raya Idul Adha merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah.

Anjuran menyembelih hewan sendiri ditujukan kepada umat Islam yang mempunyai kemampuan harta untuk berqurban. Allah SWT Berfirman:

“Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.”

QS. Al-Kautsar: 2

Qurban yang sah menurut hukum adalah qurban yang memenuhi syarat dan rukun qurban. Salah satu rukun qurban yang paling penting ialah niat dalam berqurban.

Lalu, bagaimana hukum berqurban atas nama orang lain baik masih satu keluarga ataupun orang lain di luar keluarganya?

Hukum Qurban Atas Nama Orang Lain
Dokumentasi Qurban di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur.

Berikut adalah penjelasan mengenai hukum berqurban atas nama orang lain.

1. Hukum Berqurban Atas Nama Keluarga dan Orang Lain (Masih Keluarga)

Rasulullah dan para sahabat mempraktikan qurban dengan niat untuk diri sendiri dan keluarganya. Selanjutnya, Rasulullah juga meniatkan kurban untuk dirinya dan keluarga serta umatnya sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Anas bin Malik RA berikut ini.

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berqurban dengan dua domba gemuk yang bertanduk, salah satunya untuk diri beliau dan keluarganya dan yang lain untuk orang-orang yang tidak berqurban dari umatnya”

HR. Ibnu Majah No. 3122

Adapun untuk hukum berqurban atas nama orang lain yang masih dalam keluarga seperti orang tua, suami, istri atau saudara kita yang lain diperbolehkan tanpa harus meminta izin terlebih dahulu kepada meraka. Tentunya hal ini seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah yang melakukan penyembelihan qurban untuk dirinya dan atas nama-nama istrinya tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Nabi Saw. pernah  menemui Sayidah Aisyah di Sarif sebelum masuk Mekkah dan ketika itu Sayidah Aisyah sedang menangis. Kemudian Nabi Saw. bertanya, ‘Kenapa? Apakah engkau sedang haid?.’ Sayidah Aisyah menjawab; ‘Iya’. Beliau pun bersabda, ‘Ini adalah ketetapan Allah bagi para wanita. Tunaikanlah manasik sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berhaji namun jangan thawaf di Ka’bah.’Tatkala kami di Mina, saya didatangkan daging sapi. Saya pun berkata, ‘Apa ini?.’ Mereka (para sahabat) menjawab, ‘Rasulullah Saw. melakukan udhiyah (berkurban) atas nama istri-istrinya dengan sapi.”

HR. Imam Bukhori

2. Hukum Qurban Atas Nama Orang Lain Bukan Keluarga

Berqurban atas nama orang lain diluar anggota keluarga jika orang lain tersebut tidak mengizinkan atau tanpa persetujuan orang tersebut.

Baca Juga: Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Namun, jika orang tersebut memberikan izin maka berqurban atas nama orang lain diperbolehkan. Dalam riwayat Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitabanya Alfiqhul Islami wa Adillatuhu mengatakan: Ulama Syafiiyah berkata; ‘Tidak boleh berkurban untuk orang lain tanpa seizin dari orang tersebut.

Leave a Reply