Ini Dia Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Ini Dia Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Penyembelihan hewan adalah salah satu cara yang menjadi penyebab hewan halal untuk dimakan, dalam islam penyembelihan hewan terdiri dari beberapa rukun, rukun disini berarti sesuatu hal yang harus ada atau tidak boleh ditinggalkan. Berikut adalah rukun penyembelihan antara lain : dzabhu (pekerjaan menyembelih), dzabih (orang yang menyembelih), hewan yang disembelih, dan alat menyembelih.

Syarat Penyembelih Hewan Qurban

Adapun syarat dari penyembelih hewan qurban telah diatur oleh kementreian pertanian secara spesifik melalui Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 114/Permentan/Pd.410/9/2014 Tentang Pemotongan Hewan Kurban sebagai berikut.

(1) Penyembelihan hewan kurban di RPH-R harus dilakukan oleh juru sembelih halal.

(2) Penyembelihan hewan kurban di luar RPH-R dapat dilakukan oleh penyembelih atau juru

 sembelih yang memenuhi syarat:

a. beragama Islam dan sudah akil baligh;

b. memiliki keahlian dalam penyembelihan; dan

c. memahami tata cara penyembelihan secara syar’i.

Tata Cara Penyembelihan Hewan

Penyembelihan hewan secara umum tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terlebih dalam proses penyembelihan hewan qurban ada tatacara yang harus diikuti agar penyembelihan dilaksanakan sesuai dengan syari’at yang diajarkan sehingga daging yang dimakan dapat dipastikan halal untuk dimakan. Berikut adalah tata cara penyembelihan hewan qurban yang harus anda ketahui.

1. Membaca basmalah.

2. Membaca salawat untuk Nabi Muhammad SAW.

3. Menghadapkan hewan qurban yang akan disembelih ke arah kiblat dengan posisi hewan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri dan posisi lehernya dihadapkan ke kiblat. Pun orang yang melakukan penyembelihan juga menghadap kiblat.

4. Membaca takbir tiga kali dan tahmid sekali.

5. Membaca doa menyembelih hewan qurban.

7. Menyembelih hewan qurban.

8. Penyembelihan sebaiknya dilakukan menggunakan alat setajam mungkin. Hal ini berdasarkan riwayat Nabi Muhammad SAW yang bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala hal… jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan baik. Hendaknya kalian mempertajam pisau dan menyenangkan sembelihannya.”

Cara Membagi Daging Kurban

Setelah melakanakan prosesi penyembelihan maka akan dilangsungkan proses penyaluran atau pembagian hewan qurban. Dalam hal ini islam secara rinci mengatur dari proses penyiapan hewan qurban sampai dengan penyalurannya. Agar pembagian daging qurban tepat sasaran berikut adalah cara membagikan daging berdasarkan ditinjau dari dua sisi.

Qurban Wajib Karena Nadzar

Qurban bisa menjadi wajib ketika qurban itu disebabkan oleh nadzar seseorang, adapun untuk proses pembagian daging qurbannya ialah semua daging qurban harus dibagikan, dan diantara mereka yang menerima harus ada fakir miskinnya dan tidak harus semuanya fakir miskin. Begiryupun Jika orang yang melaksanakan qurban maupun orang yang wajib dinafkahi olehnya ikut memakan daging tersebut, maka wajib baginya untuk menggantinya sesuai dengan yang dimakannya.

Qurban Sunnah

Qurban sunnah ialah ibadah qurban seperti pada umumnya, adapun untuk pembagian dagingnya tidak disyaratkan sesuatu apapun dalam pembagiannya, asalkan ada bagian untuk fakir miskin, seberapapun bagian tersebut. Dan dianjurkan untuk bisa membaginya 3 bagian. 1/3 untuk keluarga, 1/3 untuk dihidangkan tamu dan 1/3 untuk fakir miskin. Pembagian seperti ini tidaklah harus, semakin banyak yang dikeluarkan semakin banyak pahala yang didapatkannya.

Disebutkan dalam hadits “ Makanlah, hidangkanlah dan simpanlah untuk keluargamu” (HR. Bukhori).

Dalam riwayat lain “Makanlah dan simpanlah untuk keluargamu, dan sedekahkanlah”. (HR. Muslim).

Dari hadits diatas dapat dipahami sebagai berikut,

1. Ada bagian yang dimakan dan disimpan untuk keluarga.

2. Ada bagian yang dihidangkan untuk tamu.

3. Ada bagian yang disedekahkan.

Dan ketiga pembagian tersebut merupakan cara pembagian untuk qurban yang dihukumi sunnah, bukan untuk qurban wajib yang dikarenakan adanya nazar.

Leave a Reply