Kisah Hewan Dijamin Masuk Surga, Kisah Sapi Nabi Musa

Kisah Hewan Dijamin Masuk Surga, Kisah Sapi Nabi Musa

Jika sahabat adalah orang yang sering mengikuti kajian-kajian keislaman sedari kecil, sahabat pasti sering mendengar kisah atau cerita tentang hewan-hewan yang akan masuk surga. di surga kelak, tidak hanya manusia yang berakhlak baik dan termasuk kedalam orang-orang shaleh yang dijanjikan surga oleh Allah swt, melainkan beberapa hewan ini juga dijelaskan dalam Al-Quran akan menjadi pendamping umat islam yang shaleh di surga kelak.

Setiap kisah-kisah di masa lalu dalam islam pasti memiliki hikmah dan pelajaran tersendiri bagi umat islam, termasuk kisah-kisah hewan yang dijanjikan surga oleh Allah swt. Berikut adalah kisah hewan yang dijamin akan masuk surga oleh Allah swt yakni kisah Sapi Nabi Musa As.

Kisah Nabi Musa dan Al-Baqarah (Sapi Betina), merupakan kisah yang terdapat dalam Al-Quran tepatnya terdapat dalam surat kedua dalam Al-Quran yakni QS. Al-Baqarah.

Pada zaman Bani Israil, hiduplah seorang fulan (laki-laki) yang sangat termahsyur. Dia memiliki banyak harta namun tidak sama sekali memiliki ahli waris. Suatu ketika, si fulan tersebut duitemukan mati dalam keadaan rterbunuh di depan salah satu rumah warga di daerahnya. Dan yang menemukan jasadnya adalh tak lain kerabatnya sendiri. Kematian si fulan menimbulkan banyak pertanyaan di tengah-tengan masyarakat, kenapa si fulan meninggal dan siapa yang membunuhnya.

Lama kemudian akhirnya mereka mendatangi Nabi Musa, untuk meminta petunjuk. Nabi Musa pun berdo’a dan memohon petunjuk kepada Allah swt. seperti yang dijelaskan dalam firman Allah swt QS. Al-Baqarah : 67 berikut.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.” Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” (QS. Al-Baqarah: 67).

Namun karena itu merupakan jawaban dari Nabi Musa atas perintah Allah, maka Bani Israil pun mulai mencari sapi dan menyembelihnya. Mereka Menyembelih cukup banyak sapi namun tidak ada yang terjadi. Merekapun bertanya kembali kepada Nabi Musa As. “Seperti apa ciri-ciri sapi tersebut”.

Kemudian Nabi Musa menjelaskan ciri-ciri dari sapi yang dimaksudnya tersebut sebagai berikut. Tidak tua dan tidak muda, kulitnya kuning tua dan sangat bersih, sapi itu tidak pernah digunakan untuk membajak sawah. Mendengar itu, Bani Israil semakin kebingungan sebab sekarang mereka menyadari akan lebih sulit mencarinya (Dimana Sebelum di jelaskan, mereka seharusnya bisa menyembeli sapi jenis apa saja).

Dalam mencari sapi yang dimaksud, bani Israil memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan sapi yang dimaksud. Sapi tersebut ditemukan dan dibeli dari seorang yatim belia dengan harga yang cukup mahala. Sapi itu sangat terawat dan tidak pernah digunakan untuk membajak karena sapi tersebut merupakan wasiat sang ayah kepada anak yatim tersebut. Setelah mendapatkannya, Bani Israilpun membawa sapi itu kehadapan Nabi Musa.

Oleh Nabi Musa, sapi tersebut disembelih dan sebagaian dagingnya beliau pukulkan kepada jenazah si fulan yang telah meninggal. Kemudian Atas seizin Allah, Jenazah itu bangkit dari kematiannya. Nabi Musa pun berkata “siapa yang membunuhmu?” si fulan menjawab, bahwa yang membunuhnya adalah kerabatnya sendiri.

Leave a Reply