Mengenal Sunnah-sunnah Pada Pelaksanaan Qurban

Mengenal Sunnah-sunnah Pada Pelaksanaan Qurban

Pada perayaan hari raya Idul Adha, bagi seorang muslim yang mampu dianjurkan untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Ia bisa menyembelihnya sendiri atau memberikan hewan qurban seperti kambing, domba ataupun sapi ke lembaga-lembaga yang mengelola penyembelihan qurban sehingga nantinya bisa disalurkan kepada mereka yang kurang mampu atau membutuhkan.

Sekilas pelaksaan ibadah qurban terlihat sangat mudah, Namun ada beberapa sunnah qurban yang harus diperhatikan dan tentunya dikerjakan. Sunnah ini bisa dilaksanakan agar  seorang muslim mendapatkan pahala yang jauh lebih besar ketika berqurban atau penyembelihan hewan qurban.

Dalam pengertiannya sunnah adalah ibadah yang bernilai pahala jika dikerjakan dan tidak berdosa ketika ditinggalkan. Adapun menurut para pencari hikmah atau keutamaan sunnah didefiniskan sebagai ibadah yang bernilai pahala ketika dikerjakan dan saying ketika harus ditinggalkan. Berikut adalah sunnah-sunnah dalam pelaksanaan qurban pada Idul Adha.

Tidak Memotong Kuku dan Rambut Hewan Yang Hendak Dikurbankan

Hewan yang akan dijadikan sebagai hewan qurban hendaknya dirawat dengan baik sampai hari raya atau penyembelihan tiba. Selanjutnya bagi siapa saja yang hendak melaksanakan penyembelihan hewan qurban dianjurkan untuk tidak memotong atau mencabut kuku dan rambut hewan yang akan diqurbankan, terlebih ketika sudah memasuki tanggal 1 Dzuhlhijjah sampai waktu penyembelihan tiba. Hal ini berdasarkan sabda nabi sebagai berikut.

“Jika masuk bulan dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya”. (HR. Muslim).

Sunnah Berqurban dengan Hewan yang Gemuk

Pada dasarnya hewan yang qurban yang disembelih dagingnya akan dibagikan, dengan demikian dianjurkan bagi siapa saja yang ingin menyembelih hewan qurban agar berqurban dengan hewan qurban yang gemuk. Sebab daging akan dibagi-bagi menjadi banyak porsi dan dibagikan kebanyak orang, adapun jika dagingnya sedikit maka penerima juga akan menerima dalam jumlah yang sedikit.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Al-baihaqi dan Hakim, Nabi saw. berkata:“Sesungguhnya qurban yang paling dicintai Allah adalah hewan paling mahal dan paling gemuk.”

Untuk itu disarankan bagi para jema’ah yang ingin berqurban agar membeli hewan qurban jauh dari hari penyembelihan hewan qurban, hal itu ditujukan agar kita bisa merawat hewan tersebut sampai menjadi hewan yang gemuk. Selain itu, pastikan juga hewan yang akan dikurbankan tersebut dalam keadaan sehat.

Menyembelih Sendiri Hewan Qurban

Disunnahkan bagi siapa saja yang ingin berqurban agar menyembelih hewan qurbannya sendiri. Dalam prosesi penyembelihan pada dasarnya sama dengan penyembelihan hewan pada umunya, namun yang membedakannya adalah niat dan momentnya. Adapun Tata cara penyembelihan hewan diantaranya adalah diawali dengan membaca basmalah, menghadap qiblat, dan dianjurkan untuk menggunakan pisau yang tajam serta tidak berlama-lama dalam proses penyembelihan.

Adapun tidak bisa melakukan penyembelihan dengan sendiri, kita bisa mewakilkannya kepada yang lebih ahli dan pada prosesi penyembelihannya kita hadir menyaksikan hewan qurban kita. Setelah itu boleh pulang kembali atau menunggu beberapa bagian dari hewan qurban kita.

Makan Daging Bersama-sama

Pada dasarnya, hikmah dari pelaksanaan qurban adalah terjadinya pemerataan sosial yakni pada hari yang sama semua orang bisa memakan hidangan yang sama yaitu daging, dimana pada hari-hari biasa daging adalah makanan yang biasa dimakan oleh orang berada atau berkecukupan.

Untuk selanjutnya bagi semua orang yang berqurban, dianjurkan untuk makan daging meski hanya sedikit saja. Hal ini termaktub dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman: “Makanlah bagian hewan qurban tersebut dan sedekahkan kepada orang yang membutuhkan” (QS. Al-Hajj: 28). Adapun bagi yang tidak bisa memakan daging, disarankan untuk mencicipinya walau hanya sedikit, kemudian sisanya dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan.

Menyembelih Hewan Pada Hari Raya

Waktu penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah). Namun disarankan untuk menyembelih hewan qurban setelah pelaksanaan Shalat Ied, hal itu sesuai dengan sabda nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori “Sesungguhnya yang kita mulai pertama kali pada Hari Raya ini adalah salat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban.”

Amalan sunnah pada dasarnya bisa dilakukan atau tidak. Namun jika anda bisa mengerjakan sunnah-sunnah pada pelaksanaan qurban ini dengan sempurna, pahala yang didapatkan akan lebih besar sehingga tujuan dari qurban yakni mendekatkan diri kepada Allah bisa terlaksana.

Bagi siapa saja saudara yang ingin melaksanakan ibadah qurban tahun ini bisa berqurban di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur. Selain mudah dengan adanya program jemput qurban, dalam pengelolaannyapun dilaksanakan dengan transparan dan sesuai syari’at. Yuk Berqurban untuk yatim dan dhuafa’ di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur.

Leave a Reply