Pilih Mana, Kurban Jantan dan Betina?

Pilih Mana, Kurban Jantan dan Betina?

Pembahasan mengenai hukum berkurban dengan hewan jantan atau betina merupakan bahasan tahunan yang selalu dibicarakan umat muslim, terlebih ketika menjelang perayaan hari raya Idul Adha. Hal itu mungkin dikarenakan setiap orang ingin memberikan kurban terbaiknya. Lalu bagaimana sebenarnya hukum berkurban dengan hewan jantan atau betina?

Secara eksplisit tidak ada nash baik dalam Al-Quran maupun Al-Hadits yang menerangkan tentang keutamaan berkurban dengan hewan janta ataupun betina. Namun dalam hal ini, ulama-ulama mengqiyaskan tentang jenis kelamin hewan kurban degan hewan yang diperuntukan untuk hewan sembelihan aqiqah.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmū’ Syarḥ al-Muhadzzab menjelaskan, “Dan diperbolehkan berkurban dengan hewan jantan maupun betina. Sebagaimana mengacu pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Kuraz dari Rasulullah SAW, bahwa beliau pernah bersabda “(Akikah) untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing. Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah.”

Menurut Imam An-Nawawi, jika jenis kelamin jantan maupun betina dalam hal akikah saja tidak dipermasalahkan maka dalam konteks kurban juga sama.

Kendati demikian, sebaiknya sahabat semuanya memprioritaskan hewan kurban dengan jenis kelamin jantan. Sebab melihat fungsi dari hewan betina, hewa berjenis kelamin betina bisa diproduktifkan baik susunya maupun untuk menghasilkan keturunan. selain itu kurban jantan diprioritraskan karena bobot daging hewan jantan biasanya lebih banyak dibanding dengan betina.

Kemudian menurut Bureš dan Barton (2012) Sapi     jantan     akan     mempunyai     pertumbuhan yang lebih cepat dari pada sapi betina   karena   adanya   hormon   androgen. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk tetap menjaga diri dari kelangkaan serta harga hewan dipasaran yang melonjak naik.

Tentu dalam berkurban, setiap muslim ingin berikhtiar memberikan hewan kurban terbaik, seafdhal-afdalnya dan juga agar muslim yang lainnya bisa menikmati manfaatnya. Berkurban baik dengan hewan jantan maupun hewan betina dikembalikan lagi kepada sahabat yang ingin berkurban, yang terpenting disini ialah hewan tersebut sehat dan memenuhi kriteria hewan kurban serta tentunya niat dari sahabat sendiri yang akan menjadi faktor utama diterima atau tidak ibadah kurbannya.

Tips Memilih Hewan Kurban

Untuk memilih hewan kurban yang terbaik sesorang muslim hendaknya memilih terlebih dahulu antara beternak sendiri atau membeli hewan kurban di pasar atau gerai hewan kurban. Adapun beternak sendiri jauh lebih baik dan lebih irit, namun semuanya dikembalikan lagi kepada kemampuan seseorang yang hendak berkurban.

Dalam memilih hewan kurban ada beberapa yang harus benar-benar dipastikan diantaranya :

Hewan kurban harus sehat dan tidak cacat

Sebelum sahabat berkurban atau membeli hewan kurban pastikan hewan yang dipilih tidak terserang penyakit, seperti demam, kudis, ada ekskreta (buangan) dari lubang, bulu kusam dan terbuka, cekung dan kotor, air, serta lemas, serta pastikan tidak ada kecacatan apapun pada hewan tersebut.

Hewan yang dipilih adalah hewan yang gemuk

Dalam sebuah riwayat dikatakan “Sesungguhnya kurban yang paling dicintai Allah adalah hewan paling mahal dan paling gemuk.” (HR. Imam Ahmad, Al-Baihaqi dan Imam Hakim). Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa hewan kurban yang paling dicintai Allah ialah hewan yang gemuk.

Hewan yang gemuk selain menjadi sunnah dalam berkurban, hewan yang gemuk juga bisa menjadi salah satu bukti bahwa hewan tersebut adalah hewan yang sehat. Selain itu, salah satu kriteria dari hewan kurban adalah tidak kurus.

Hewan yang akan dibeli tersebut memiliki surat sehat dari dinas terkait

Pastikan seluruh bagian tubuh hewan dari depan sampai belakang diperiksa

Bagi sahabat yang membeli hewan kurban dipasar atau gerai hewan kurban ada beberapa bagian tubuh yang perlu diperiksa dengan teliti agar hewan yang dibeli benar-benar sesuai kriteria hewan kurban yang dianjurkan.

Pertama, pada saat diperiksa/dilihat hewan kurban tersebut bernafas teratur, berdiri tegak dan tidak ada luka. Kedua, pastikan bola mata hewan tersebut bening dan tidak ada pembengkakan. Ketiga, Area mulut dan bibir hewan tersebut bersih. Keempat, lidah hewan tesebut bergerak dengan bebas dan air liur cukup membasahi rongga mulut. Kelima pastikan area anus hewan bersih dan kotorannya padat.

Leave a Reply