Qurban Terbaik, Kisah Qabil dan Habil

Qurban Terbaik, Kisah Qabil dan Habil

Qurban Terbaik – Sebentar lagi seluruh umat islam di berbagai belahan dunia akan merayakan Idul Adha. Selain menunaikan ibadah haji, pemotongan hewan qurban merupakan ibadah yang dianjurkan pada hari raya ini. Akan ada banyak hewan qurban yang akan dipotong pada hari ini sebagai wujud ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Dari banyaknya hewan qurban yang dipotong tersebut, tidak semuanya diterima di sisi Allah kecuali bagi orang yang menunaikan qurbannya dengan ikhlas. Artinya, Allah hanya akan menerima qurban terbaik yang diniatkan ikhlas karena Allah semata.

Berbicara tentang ibadah qurban, ibadah ini merupakan ibadah terbaik pada hari raya dan pahalanya cepat sampai kepada Allah. Dalam sebuah riwayat disebutkan, pahala berqurban akan lebih dulu sampai dibandingkan darah hewan yang menetes diatas tanah.

Qurban Terbaik
Qurban Terbaik

Ibadah qurban juga merupakan salah satu ibadah yang memiliki sejarah panjang. Ia sudah diperintahkan sejak zaman Nabi Adam AS, tepatnya melalui kisah Qabil dan Habil. Melalui kisah tersebut terdapat banyak pelajaran bagi kita semuanya, bahwasannya ibadah qurban yang akan diterima disisi-Nya adalah qurban terbaik dan ikhlas karena Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, anak-anak Nabi Adam AS lahir dalam keadaan kembar, laki-laki dan perempuan, disebutkan sampai 20 pasang. Saat anak-anaknya beranjak dewasa, Allah SWT memerintahkan Nabi Adam untuk menikahkan anak-anaknya secara silang.

Dalam rangka menunaikan perintah-Nya, Nabi Adam menetapkan bahwa Qabil harus menikahi Labuda (saudari kembarnya Habil) dan Habil harus menikahi Iqlima (saudari kembarnya Qabil). Akan tetapi, Qabil tidak menerima ketetapan tersebut, ia bersikukuh untuk menikahi kembarannya sendiri yakni Iqlima.

Nabi Adam berusaha memberikan pemahaman dan kesadaran kepada Qabil bahwa amal shaleh tidak boleh disandarkan kepada persepsi dan kehendak diri, melainkan harus ikhlas dan murni menunaikan perintah dari Allah semata. Dalam hal ini Allah mensyariatkan bahwa mereka tidak boleh menikahi saudara kembarnya masing-masing.

Semakin besar usaha Nabi Adam dalam memberikan pemahaman kepada Qabil, semakin kuat juga Qabil dalam mempertahankan keinginannya. Hingga pada akhirnya Nabi Adam meminta petunjuk kepada Allah untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya tersebut. Qabil dan Habil diperintahkan untuk menyerahkan qurban yang diambil dari hasil usahanya masing-masing. Bagi yang qurbannya diterima maka ia berhak menikahi Iqlima.

Disebutkan, Qabil mempunyai usaha peternakan sementara Habil berusaha di bidang pertanian. Sampai pada waktu yang telah ditentukan, masing-masing kemudian menyerahkan qurban mereka. Sebagai petani, Qabil berqurban dengan seikat gandum. Entah mengapa, ia memberikan gandum seadanya saja.

Sedangkan Habil ra berqurban dengan kambing terbaiknya. Setelah kurban dipersembahkan, ternyata Allah SWT menerima qurban Habil dan meninggalkan qurban Qabil. Maka, Habil yang ditetapkan Allah untuk menikahi Iqlima.

Kejadian ini menimbulkan kebencian yang mendalam dari Qabil terhadap Habil. Iblis kemudian memanfaatkan kondisi ini untuk membujuk Qabil membunuh Habil, saudaranya sendiri. Maka, terjadilah pembunuhan pertama di muka bumi.

Padahal, tidak diterimanya qurban Qabil bukan karena keberpihakan Adam AS terhadap Habil, melainkan qurban yang diserahkan Habil lebih berkualitas dibanding qurban Qabil. Habil memilih yang terbaik dari hasil pertaniannya. Sementara, Qabil memilih hasil tani yang paling buruk kualitasnya. Allah SWT Maha Baik dan hanya menerima yang baik-baik pula.

Qurban Terbaik
Kurban untuk yatim dhuafa’

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap amalan harus dilakukan dengan cara yang baik dan bersumber dari yang baik pula. Kita harus mendirikan shalat terbaik, puasa terbaik, zakat dengan harta terbaik dan tentunya berqurban dengan hewan yang terbaik pula.

Baca Juga : Makna Qurban Bagi yang Menunaikannya

Allah SWT adalah dzat yang Maha Baik dan hanya akan menerima amalan terbaik dengan cara yang baik dan pengorbanan terbaik.  Adapun amalan terbaik hanya  bisa dilakukan oleh hamba terbaik dan bagi siapa saja yang melakukannya maka ia adalah orang-orang yang bertakwa (muttaqin).

Allah menjanjikan tempat yang mulia disisi-Nya bagi orang yang bertaqwa, mereka dijanjikan akan menjadi penghuni surga-Nya. Karena itu, marilah berqurban dengan hewan terbaik yang kita miliki. Semoga dengannya kita tergolong ke dalam golongan orang yang bertakwa yang akan ditempatkan di surga-Nya.

Leave a Reply