Urutan Hewan Kurban Yang Diutamakan

Urutan Hewan Kurban Yang Diutamakan

Sudah menjadi sesuatu hal yang umum, bahwasannya menurut kebanyakan ulama hewan yang bisa dijadikan kurban adalah hewan ternak, atau didalam Al-Quran disebut dengan Bahimatul an’am yaitu unta, sapi, dan kambing. Dalam QS. Al-Hajj : 34, Allah berfirman :

“ Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang telah diberikan kepada mereka berupa hewan ternak”.

Lalu ketiga jenis hewan ternak yang telah disebutkan diatas adakah yang lebih utama untuk dijadikan qurban? Terkait hal ini, ada tiga pendapat ulama terkait urutan hewan yang lebih utama untuk dijadikan kurban. Diantara pendapat para ulama adalah sebagai berikut.

Pertama, menurut pendapat ulama Syafi’iah, Hanabilah dan Dzahiria serta sebagian ulama malikiah, hewan yang paling utama untuk dijadikan kurban adalah unta, kemudian sapid an terakhir kambing. Pendapat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah, Bahwa Nabi Saw. bersabda.

“Barang siapa mandi di hari jum’at sebagaimana mandi janabah, kemudian dating diwaktu yang pertama , ia seperti berkurban seekeor unta. Barang siapa yang dating di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barang siapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor domba kibas. Barang siapa yang datang diwaktu keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barang siapa yang datang diwaktyu kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah). Malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).

Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi berkata bahwasannya hadits ini menunjukan keutamaan berkurban dengan unta, lalu sapi dan kemudian kambing. Hal ini karena nabi saw. menyebut unta diurutan pertama, kemudian sapi diurutan kedua, dan ketiga kambing.

Kedua, Menurut ulama Malikiah, hewan yang paling utama dijadikan kurban adalah domba atau kambing, lalu sapi, dan kemudian unta.

Ketiga menurut ulama Hanafiah, hewan yang paling utama dijadikan kurban adalah hewan yang paling baik dan paling banyak dagingnya. Hal ini berdasarkan hadits yang telah  diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Albaihaqi dan Hakim, Bahwa nabi saw. bersabda.

“Sesungguhnya kurban yang paling dicintai Allah adalah hewan yang paling mahal dan paling gemuk”.

Adapun untuk di Indonesia, kemungkinan besar kita semua hanya bisa berurban menggunakan sapi, kerbau, domba atau kambing, sebab untuk unta hanya berada di daerah arab.

Dalam hal ini berkurban adalah cara untuk mendekatkan diri dengan Allah, jadi yang harus dilakukan adalah mengupayakannya semaksimal mungkin serta melakukannya dengan ikhlas. Adapun dalam memilih hewan kurban, pastikan memilih yang terbaik tentunya sesuai dengan kemampuan diri kita.

Sunnah Berkurban Dengan Hewan Yang Gemuk

Berkurban dengan hewan yang bagus dan gemuk hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan oleh nabi saw. Dalam hadis yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Albaihaqi dan hakim disebutkan bahwa Nabi saw. bersabda :

“Sesungguhnya kurban yang paling dicintai Allah adalah hewan yang paling mahal dan paling gemuk”.

Hadis ini menjelaskan bahwa disunnahkan berkurban dengan hewan terbaik, harganya mahal dan bertubuh gemuk serta dagingnya banyak. Sebab itu, para ulama bersepakat bahwa berkurban dengan hewan yang gemuk merupakan sunnah dan anjuran rasulullah saw. Begitupun dengan sesuatu yang telah dicontohkan oleh nabi saw. bahwa salah satu ciri dari hewan kurban nabi saw. adalah hewan yag gemuk.

Para sahabat terdahulu merawat hewan kurban dengan baik hingga gemuk sebelum disembelih. Jauh dari sebelum Idul Adha tiba, mereka telah merawat hewan kurban mereka sehingga pas tiba waktu Idul Adha, hewannya telah gemuk dan siap untuk disembelih. Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam hadis riwayat Imam Bukhori dalam kitab shahihnya.

“Yahya bin Said berkata : “saya mendengar Abu Umamah bin Sahl berkata, “kami menggemukan hewan qurban di Madina  dan Kaum muslimin yang lain juga menggemmukan”.

Dengan demikian, berkurban dengan hewan yang bertubuh gemuk hukumnya sunnah dan dianjurkan. Selain itu sebelum idul adha tiba, kita semua disunnahkan untuk merawat hewan kurban terlebih dahulu sebelum disembelih, sehingga dengan perawatan yang baik menjadikan hewan tersebut gemuk. Hal tersebut sebagaimana yang telah dicontohkan oleh apra sahabat terdahulu.

Leave a Reply